2012 sebuah akhir kehidupan..?


Akhir-akhir ini lagi hangat-hangatnya isu tentang kiamat yang berdasarkan ramalan suku maya akan terjadi di tahun 2012, sedangkan para ahli astronomi mengatakan hanya akan terjadi badai elektromagnet yang terjadi di matahari yang kemungkinan besar akan mempengaruhi atmosfir di planet bumi.

Apapupun teorinya yang meramal tentang masa depan, saya hanya mengambil sudut ringan dari sisi kehidupan manusia. Bahwa kehidupan adalah sebuah kesempatan yang harus diambil untuk berbahagia.

Meski memang pada akhirnya, hidup memang akan berakhir-entah Anda menyakininya sebagai sekadar transisi kepada kehidupan yang lebih sejati dan abadi, atau segalanya memang telah berakhir di situ-tetapi sebelum “akhir” itu tiba, kita harus hidup sehidup-hidupnya, menang semenang-menangnya.

Bodo amat orang-orang menganggap kita kalah, kalau di dalam hati kita yakin, dan memang harus yakin, telah menjadi pemenangnya.

Tetapi sekali lagi, apakah Anda meyakini kehidupan sebagai sekadar kekalahan yang tertunda, atau justru gerbang menuju kemenangan yang sempurna, marilah untuk cenderung berbahagia di dalamnya… Selalu bahagia itu mustahil, tetapi lebih sering bahagia daripada sedih, pasti bisa diupayakan, salah satunya dengan perubahan sudut pandang itu.

Ketika hidup terasa menyesak dan pengap, saat segenap harap luruh menguap, and the only way to escape sepertinya adalah loncat dari atap, (atap JW Marriott biar langsung kolaps), malulah kepada nenek tua yang bertahan hidup dengan menjajakan kue, dari pagi hingga petang, dari tanah lapang sampai ujung-ujung gang.

Juga kepada korban gempa di Padang, yang bertahan hidup di bawah himpitan reruntuhan bangunan. Ramlan, salah seorang pekerja bangunan yang terjebak di reruntuhan saat terjadi Gempa Bumi di Sumatera Barat. rela menggergaji kakinya sendiri agar bisa selamat dan keluar dari puing-puing.

Juga kepada Martinus, bocah korban tsunami Aceh, yang berhari-hari terombang-ambing di Samudera Hindia, tanpa apapun, kecuali seragam timnas sepakbola Portugal yang dikenakannya.

Juga kepada anak kijang itu, yang berlari sekuat tenaganya, menghindari terkaman singa buas di padang-padang Afrika. Bahkan ketika taring-taring tajam itu mulai mencabik tubuhnya, ia masih menendang-nendangkan kaki kurusnya, melawan sebisanya.

Jika memang 2012 adalah akhir dari kehidupan manusia, haruskah kita takut untuk melewatinya?

One thought on “2012 sebuah akhir kehidupan..?

  1. gw g pduli maukiamat taon 2012 pa min plus brp taon jg yg penting gw dah/lg hepi. msl itu dh da yg ngatur bkn urusan gw g mau ambil pusing.mau diundurin ntu lbih bagus berarti gw bs mlenning program gw lebih pnjang n lbh bgs lg.motto gw,slagi muda suka2 udh tua beribadah kalo dh mati masuk sorga,pis brow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s