Hidup itu (bukan) Pilihan


Berpikir tentang masa depan dengan merenungi masa lalu adalah hal termudah untuk menebak atau mereka-reka seperti apa kita nanti.

Setiap orang punya harapan, setiap kita punya mimpi yang ingin terwujud. tapi setelah kita bangun dari mimpi untuk mewujudkan mimpi itu, kadang kita (khususnya saya) suka terhenti manakala menemukan sebuah persimpangan.. ya cukup sebuah persimpangan untuk memperlambat laju perubahan.

Ketika menemui persimpangan biasanya, kita langsung menganalisis

(klo metode yang paling keren dan gampangnya pake metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Treat) ) dan akhisnya setelah merenung dan meresapi kita dapat menentukan satu pilihan yang sudah pasti dan yakin.

Tapi bagaimana jika setelah menganalis itu masih ada 2 pilihan yang sulit untuk dipilih salah satunya? biasanya buletin tekad aja, dan akan menanggung semua resiko yang akan terjadi…

Ya.. biasanya kita cenderung untuk memilih satu pilihan.. dan dengan argumen bahwa itulah yang terbaik bagi saya. Apakah itu yang sering dilakukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s