Saya tidak gagal, tapi satu langkah mencapai keberhasilan


Satu tahun yang lalu saya mengalami kejadian yang merubah prinsip dan cara pandang saya dalam melihat realita kehidupan.  Faktorial dan lagi gerah menjadi dokumentasi peristiwa bersejarah itu..

Kilas balik..

Saat itu tanggal 23 februari 2008, cuaca di bandung sangat panas sekali, saya sampai membawa 2 aqua bottol ukuran 1500ml untuk menghindari dehidrasi.  Sama seperti akhir2 bulan sebelumnya, dompet menips, Emm.. tepatnya isi dompet mulai menipis, setelah dihitung2,  isi dompet ga akan cukup tuk menghidupi sampe akhir bulan. Maka mulailah cari2 info lowongan di mana2. mulai dari selebaran yang ditempel di papan2 pengumuman kampus sampe forum2 di internet.

Akhinya di kampus ada selebaran lowongan untuk programmer web dan desain web. karena pernah bikin web meski simple, akhirnya memutuskan untuk langsung mengontak ke pembuat lowongan itu dan buat janji datang pada hari selasa tanggal 26 feb.

Selasa tanggal 26 Feb,

Pagi2 dah siap dengan pakaian rapi, karena mau wawancara. (jelas klo mau wawancara harus keliatan rapi karena kesan pertama sangat menentukan tingkat keberhasilan wawancara)

Setelah cari2 alamat, akhirnya nemu juga tuh kantor. basa-basi dikit sama reception nya, kemudian langsung ketemu sama yang masang iklannya,

Setelah ngobrol2 sana sini… ditanya2 pernah buat web apa aja n pernah ikutan projek2 apa ngga? sll, bla..ba..bla.., berikutnya adalah testing..

yang kebayang dari testing ini adalah membuat web dalam beberapa kejap.

eh ternyata tes nya disurh menurunkan rumus factorial

Hah factorial? anjrit, males banget ngitung2 gnian… justru salah satu alesan belajar pemrograman web itu gara2 males belajar kalkulus, fismat, termo dan kawan2nya.

ah, pikiran langsung menerawang ke masa2 TPB, kalkulus ngulang…arrghhh,,,, Kimia ngulang,,,, pfuihh…. traumatik mengngat masa lalu yang kelam..

setelah minta perpanjangan waktu beberapa kali,sambil ngomel2 dalam hati… akhirnya dapet juga tuh si faktorial..

dan pokoknya singkat kata, gara2 faktorial itu saya gagal wawancara..

pulang dari sana dengan muka gondok n kesal,plus cuaca bandung lagi panas2nya, saya jalan kaki dengan pikiran mau balas dendam menumpahkan kekesalan .. gmn cara?!?!

saya masih ingat dengan jelas, jam 11.45BBWI  dengan cuaca bdg yang panas terik, aqua dah habis 1 botol, bernaung  di bawah salah satu pohon besar di jalan siliwangi belakang sabuga, saya bertekad tidak akan mengantri  ngelamar kerja di perusahaan orang tapi akan mendirikan perusahaan sendiri.

biar nanti ga usah di tes2 macem2, udah aja jadi ownernya sekalian…

sekali lagi saya ingat, itu adalah hari selasa tanggal 26 Februari 2008, pukul 11.45 BBWi.

Saya,  Ridwan Hanri tidak akan ikut ngantri ngelamar ke perusahaan orang dan akan mendirikan perusahaan sendiri.

Satu tahun berlalu.

Sekarang tanggal 16 maret 2009,  saya hampir lupa tanggal kejadian itu tapi untungnya saya nulis di blog dan ada waktu dan tanggal posting, jadi tepatnya sudah 1 tahun lebih 20 hari.

Dalam kurun waktu 1 tahun itu, telah berpengalaman menangani dua projek IT dari pemerintah (meskipun sistemnya jadi subkon karena belum mempunyai badan usaha),  lima projek dengan perusahaan swasta yang telah selesai dan ada 4 pekerjaan dalam tahap finishing.

selain itu, saat ini mempunyai satu workshop multimedia dan satu bisnis usaha lainnya dibidang IT. Klo dilihat dari nominal, jelas ini masih kurang dari sebuah definisi kebebasan finansial, yang perlu disadari adalah ternyata semua mimpi itu bisa menjadi kenyataan. hanya waktu yang membatasinya …

Salah satu quote yang sering terngiang-ngiang di kepala :

Perubahan itu pasti,cepat atau lambat, Tinggal seberapa siap kita menyiasatinya..

Saya baru tersadar dengan perubahan yang sudah telah terjadi selama 1 tahun ini, lambat tapi pasti semua mimpi terwujud dengan nyata.

Meski butuh pengorbanan yang tidak sedikit (waktu, materi, tenaga dan pikiran)…

Tinggal fokus dan banyak belajar dari kesalahan2 kemarin, saya yakin mampu membangun semua mimpi di kepala..

terima kasih tuhan

===

Tulisan ini saya dedikasikan kepada orang2 yang telah berjasa memberikan pencerahan2 kepada saya, baik secara mental maupun fisik, maaf saya tidak bisa menyebutkan satu persatu.

mengutip salah satu peribahasa sunda yang dulu diajarkan waktu SD,

“Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok”

Terjemah bebasnya: Jika kita terus fokus berusaha,maka kita akan mendapatkan hasilnya, yang penting sabar..

8 thoughts on “Saya tidak gagal, tapi satu langkah mencapai keberhasilan

  1. “Sing asak-asak ngejo bisi tutung tambagana
    Sing asak-asak nenjo bisi kaduhung Engkena”

    Sigana geus asak kari dur lur, cag !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s