Close your Eyes


Ketika menangis, mengapa menutup mata?
Saat membayangkan sesuatu, mengapa menutup mata?
Ketika terlelap tidur, mengapa menutup mata?
Saat terbuai mimpi, mengapa menutup mata?

Apakah karena hal hal terindah adalah yang tak terlihat?

Aku unik. Kamu unik. Setiap kita unik.
Ketika kumenemukanmu, kau menemukanku,
kita dipertemukan disatukan dalam keunikan,
kita rela tercebur melebur luluh jatuh dalam rasa serupa cinta.

Diriku dirimu tak ingin saling lepas. Aku dan kamu tak ingin tinggalkan.
Namun melepaskan bukan akhir dunia, melainkan awal kehidupan baru.

close your eyes…
feel…
love…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s